<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3200077918408394915</id><updated>2012-02-16T16:24:26.776-08:00</updated><category term='narcis'/><category term='cinta'/><category term='diary'/><title type='text'>diary ku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://diary-mu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Faris Vio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09076527623560608633</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_SE5GrFjJ4xo/SVaRgXkWZXI/AAAAAAAAAC4/kNixy0xRBmg/S220/catQ.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3200077918408394915.post-2263642740204108482</id><published>2011-09-12T23:11:00.001-07:00</published><updated>2011-09-12T23:11:12.704-07:00</updated><title type='text'>kerang</title><content type='html'>&lt;br /&gt;SUATU ketika, seekor anak kerang datang kepada ibunya dengan menangis. Agaknya ia menahan sakit. Sang Ibu tampak bingung. "Mengapa menangis? Ada apa dengan tubuhmu?" Sang ibu tampak ingin memeluk sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kerang kecil kembali menangis. Terdengar suara tertahan, "Ibu, tubuhku dimasuki sebutir pasir. Rasanya sakit sekali." Kerang kecil itu meneruskan, "Aku tak mampu menahannya, pasir itu masuk ke cangkangku. Tolonglah Bu, tolong buka cangkangku. Aku tak mampu membukanya. Rasanya sakit sekali…." Sayang sekali, tampaknya sang Ibu tak dapat memenuhi permintaan sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari lamanya si kerang kecil menahan sakit. Setiap hari sang kerang menangis. Setiap hari pula ia berdoa agar dapat terlepas dari derita semacam ini. Ia berharap agar pasir itu dapat tercabut, dan terangkat dari dalam tubuhnya. Bertahun-tahun lamanya si kecil menangis, tapi cangkang itu tak juga terbuka. Pasir yang ada di dalamnya pun semakin mengeras, membesar menjadi sebuah batu yang mengkristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ada seorang penyelam datang. Ia lalu menjumput kerang itu dari karang, dan membawanya ke permukaan. "Hei lihat, aku temukan kerang mutiara di sini!" teriaknya melengking, memberitahu temannya di atas perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua orang itu segera merapat. Salah seorang di antaranya mengambil pisau, dan mencungkil salah satu cangkang. Tampak cahaya yang berkilau dari dalam. Sebutir mutiara, tampak menempel di sana. Begitu indah, membuat kedua penyelam itu tersenyum. "Terima kasih Tuhan atas berkah ini." Penantian sang kerang kecil berakhir. Pasir yang mulanya tampak menyakitkan itu, kini berubah menjadi mutiara yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;—-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penantian hidup, dalam kesengsaraan, rasa risau, serba tak cukup mungkin bukan pilihan setiap orang. Banyak orang yang kemudian berputus asa. Tak sedikit pula di antara mereka yang memilih untuk mengutuk Sang Pencipta: "Tuhan tidak adil!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penantian bagi sang kerang, untuk mengubah pasir menjadi mutiara bisa jadi hal yang sangat menyiksa. Sang kerang tak tahu, kapan cobaan itu akan berakhir. Dari sana, kita belajar satu hal: untuk mencapai suatu keagungan, perlu waktu dan perlu kesabaran. Untuk menjadi hiasan bagi raja-raja dan bangsawan, sang kerang mutiara butuh malam-malam penuh doa dan tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, tidakkah kisah ini mengabarkan sesuatu buat kita? Manakah kelak yang menjadi pilihan hidup kita? Menjadi kerang dengan mutiara yang berharga mahal? Atau menjadi tiram yang dijual murah di pasar-pasar? Saya percaya, setiap pilihan akan punya risiko. Tak ada yang tahu memang, sampai kapan cobaan "pasir" yang kita jalani akan menjadi "mutiara" kelak. Tak ada yang tahu, teman. Hanya mereka yang sabar dan gigihlah yang kelak akan tahu jawabannya. Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3200077918408394915-2263642740204108482?l=diary-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-mu.blogspot.com/feeds/2263642740204108482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/09/kerang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/2263642740204108482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/2263642740204108482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/09/kerang.html' title='kerang'/><author><name>Faris Vio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09076527623560608633</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_SE5GrFjJ4xo/SVaRgXkWZXI/AAAAAAAAAC4/kNixy0xRBmg/S220/catQ.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3200077918408394915.post-3921856071647810681</id><published>2011-09-12T23:08:00.001-07:00</published><updated>2011-09-12T23:08:39.146-07:00</updated><title type='text'>Melukis Keindahan Hidup</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Menapaki jalan hidup kadang seperti menggoreskan koas pada sebuah bahan lukisan. Mulus tidaknya goresan sangat bergantung pada jiwa sang pelukis. Jangan biarkan jiwa kering dan gersang. Karena lukisan hanya akan berbentuk benang kusut.&lt;br /&gt;Bayangkan saat diri tertimpa musibah. Ada reaksi yang bergulir dalam tubuh. Tiba-tiba, batin diselimuti khawatir akibat rasa takut, tidak aman, cemas dan ledakan perasaan yang berlebihan. Tubuh menjadi tidak seimbang. Muncullah berbagai reaksi biokimia tubuh: kadar adrenalin dalam darah meningkat, penggunaan energi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol, dan asam-asam lemak ikut tersalur dalam aliran darah. Tekanan darah pun meningkat. Denyutnya mengalami percepatan. Saat glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik. Setelah itu, otak pun meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dan, kekebalan tubuh pun melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama memunculkan gangguan-gangguan tubuh. Ada diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada dinding saluran pencernaan, gangguan pernafasan, dan terbunuhnya sel-sel otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nalar pun menjadi tidak sehat. Tidak heran jika orang bisa melakukan sesuatu yang tidak wajar. Di antaranya, bunuh diri, marah yang tak terkendali, tertawa dan menangis yang berlebihan, serta berbagai pelarian lain: penggunaan narkoba dan frustasi yang berlarut-larut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal tak enak itu bisa mulus bergulir pada diri manusia. Mungkin itu bisa dibilang normal, sebagai respon spontan dari kecenderungan kuat ingin merasakan hidup tanpa gangguan. Tanpa halangan. Tak boleh ada angin yang bertiup kencang. Tak boleh ada duri yang menusuk tubuh. Bahkan kalau bisa, tak boleh ada sakit dan kematian buat selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal kenapa kecenderungan itu mengungkung manusia. Pertama, salah paham soal makna hidup. Kalau hati tak lagi mampu melihat secara jernih arti hidup, orang akan punya penafsiran sendiri. Misalnya, hidup adalah upaya mencapai kepuasan. Lahir dan batin. Padahal kepuasan tidak akan cocok dengan ketidaknyamanan, gangguan, dan kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang bisa menghalangi seorang mukmin untuk berjihad. Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: ‘Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah,’ kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (At-Taubah: 38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kurang paham kalau keimanan selalu disegarkan dengan cobaan. Inilah yang sulit terpahami. Secara teori mungkin orang akan tahu dan mungkin hafal. Tapi ketika cobaan sebagai sebuah kenyataan, reaksi akan lain. Iman menjadi cuma sekadar tempelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt., “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saad bin Abi Waqqash pernah bertanya pada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, siapa yang paling berat ujian dan cobaannya?” Beliau saw. menjawab, “Para nabi kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya lemah dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa.” (Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada anggapan, dengan keimanan hidup bisa mulus tanpa mengalami kesusahan dan bencana. Itu salah besar. Justru, semakin tinggi nilai keimanan seseorang, akan semakin berat cobaan yang Allah berikan. Persis seperti emas yang diolah pengrajin hiasan. Kian tinggi nilai hiasan, kian keras emas dibakar, ditempa, dan dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, hakikat hidup jauh dari yang diinginkan umumnya manusia. Hidup adalah sisi lain dari sebuah pendakian gunung yang tinggi, terjal, dan dikelilingi jurang. Selalu saja, hidup akan menawarkan pilihan-pilihan sulit. Di depan mata ada hujan dan badai, sementara di belakang terhampar jurang yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dalam firman-Nya. “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (Al-Balad: 10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan diri tentang jalan hidup yang tak mulus itu mesti ada. Harus terus segar dalam jiwa seorang hamba Allah. Perhatikanlah senyum-senyum para generasi terbaik yang pernah dilukis umat ini. Di antara mereka ada Bilal bin Rabah. Ada Amar bin Yasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak mereka yang terus tersenyum dalam menapaki pilihan hidup yang teramat sulit. Tanpa sedikit pun ada cemas, gelisah, dan penyesalan. Mereka telah melukis hiasan termahal dalam hidup dengan tinta darah dan air mata.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3200077918408394915-3921856071647810681?l=diary-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-mu.blogspot.com/feeds/3921856071647810681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/09/melukis-keindahan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/3921856071647810681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/3921856071647810681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/09/melukis-keindahan-hidup.html' title='Melukis Keindahan Hidup'/><author><name>Faris Vio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09076527623560608633</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_SE5GrFjJ4xo/SVaRgXkWZXI/AAAAAAAAAC4/kNixy0xRBmg/S220/catQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3200077918408394915.post-6945614319616547437</id><published>2011-08-27T23:02:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T19:03:04.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>cahaya cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gh5fzkJkHUw/TlnaMP7msNI/AAAAAAAABTI/h5ISu8JfMuk/s1600/cahaya-cinta-menyala.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645783511855444178" src="http://2.bp.blogspot.com/-gh5fzkJkHUw/TlnaMP7msNI/AAAAAAAABTI/h5ISu8JfMuk/s320/cahaya-cinta-menyala.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 201px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti,dalam perjalanan waktu&lt;br /&gt;Berkelana semakin jauh meniti hari kelam&lt;br /&gt;Telah ku rasakan keperihan...&lt;br /&gt;Dari sepi yg panjang,terbelenggu dalam&lt;br /&gt;Dinginnya jiwa yang hampa...&lt;br /&gt;Terbalut luka di masa lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu sepenggal cerita yang mengisi&lt;br /&gt;Lembaran hidupku..&lt;br /&gt;Hingga saat ku menyadari kehadiranmu&lt;br /&gt;Seperti cahaya,perlahan menyinari ruang&lt;br /&gt;Gelap jiwaku...&lt;br /&gt;Kasihmu berikan ketenangan dalam jiwaku&lt;br /&gt;Yang letih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini bila ku menangis...&lt;br /&gt;Itu karena ku bahagia..&lt;br /&gt;bahagia bersamamu...&lt;br /&gt;Dan untuk kekasihku tercinta&lt;br /&gt;Terimakasih atas segala rasa yang&lt;br /&gt;Kau berikan untukku...&lt;br /&gt;Jika dalam hidup ini ada satu keinginan&lt;br /&gt;Ku hanya ingin di sisa waktu ku..&lt;br /&gt;untuk selalu bersamamu dan terus bersamamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alwaya love u&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3200077918408394915-6945614319616547437?l=diary-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-mu.blogspot.com/feeds/6945614319616547437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/08/cahaya-cinta.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/6945614319616547437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/6945614319616547437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/08/cahaya-cinta.html' title='cahaya cinta'/><author><name>Faris Vio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09076527623560608633</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_SE5GrFjJ4xo/SVaRgXkWZXI/AAAAAAAAAC4/kNixy0xRBmg/S220/catQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gh5fzkJkHUw/TlnaMP7msNI/AAAAAAAABTI/h5ISu8JfMuk/s72-c/cahaya-cinta-menyala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3200077918408394915.post-4392851063188637120</id><published>2011-08-27T22:58:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T19:02:55.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='narcis'/><title type='text'>Narcisism- Percaya Diri Over Dosis</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PW_MLh6gA3I/TlnZxgatZ8I/AAAAAAAABTA/gIrp3LAdcqM/s1600/narcis.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645783052424406978" src="http://3.bp.blogspot.com/-PW_MLh6gA3I/TlnZxgatZ8I/AAAAAAAABTA/gIrp3LAdcqM/s320/narcis.gif" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 294px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa tiba-tiba saja rasanya ingin menulis sesuatu yang ber-temakan "Narsis", padahal kalau ditimbang-timbang terminologi ini bukanlah sesuatu yang baru dan gak ada istimewanya sama sekali ;)&lt;br /&gt;Hanya saja belakangan ini aku merasakan pengalaman yang sempat memberikan efek transient hurt feeling yang luar biasa, membuatku berfikir "am I too weird?"..."was anything wrong with me?"...gilllaaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ingin larut dalam kegelisahan dan kegilaan yan berkepanjangan, sense of feeling-ku sebagai seorang dokter akhirnya tertantang juga...mencoba menegakkan diagnosa dan memberikan terapi terhadap setiap keluhan dan gejala yang kurasakan...hasilnya??? N.i.h.i.l..&lt;br /&gt;dan untuk sekedar menenangkan hati, aku dengan se-enaknya menyimpulkan sendiri " I might be suffered from -anxiety of unknown origin-"...gelisah tanpa sebab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya gelisah bukan tanpa sebab, hanya karena gak mau diomongin saja hehehhe...khawatir ada yang merasa hahahha...&lt;br /&gt;Setelah kupikir-pikir (maap yee...hari ini aku lagi rajin mikir..), kayaknya ada yang masang jebakan "narsis" neehhh...dan kayaknya lagi nihh..cara masang jebakannya cukup bagus....buktinya banyak yang terperangkap...tanpa sadar malahhhh ..waakkkkss!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang terjebak dalam lingkaran narsisme-apapun itu konteksnya- tanpa sadar (mungkin termasuk saya juga...), dalam konsep dan intensitas yang berbeda. Narsis adalah sifat, narsist adalah bendanya-atau orang yang kelakuannya kudu muji diri sendiri-narsis mulu..sedangkan narsism adalah faham atau anggapan yang dianut oleh seseorang yang selalu merasa kagum dengan dirinya sendiri..selalu merasa benar dengan dirinya sendiri dan selalu merasa paling baik sendiri...&lt;br /&gt;ingat yaa..harus ada kata "selalu" yang menyertainya..., makanya aku lebih senang menyebutnya dengan PDOD (Percaya Diri Over Dosis...terlaluhhhhh!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya narsis itu bisa diibaratkan seperti obat. Bukanlah sesuatu yang jelek (malah bisa berdampak positif-efek plasebo) jika digunakan dalam situasi dan konsep yang benar plus dosis yang cukup. Dalam kondisi yang seperti ini, narsis mampu menyebarkan energi positif dan men-stimulasi motivasi internal maupun eksternal...yang pada akhirnya mampu membuat seseorang menjadi lebih produktif dan kreatif. Tapi ingat lho!!! narsis yang beginian sifatnya situasional dan konseptual...heheheheh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah..apa yang terjadi jika narsisnya over dosis??? (ini nihh yang bisa bikin orang lain keblingeeerrr....)&lt;br /&gt;Orang yang terjebak dalam pribadi seperti ini biasanyaaaaa gak akan pernah merasa kalo dia itu lagi PDOD..(ihh bener lho!! amit-amit). Setiap kata yang diucapkannya akan berkahir dengan pujian atau perasaan kagum terhadap diri sendiri secara tersurat maupun tersirat. Yang tentunya akan membuat orang lain (terutama yang mendengarnya) merasa tergila-gila.....pengen muntah..hehehhe. Hebatnya lagi, karena orang2 dengan kepribadian PDOD seperti ini justru mampu membuat orang lain yang merasa "sakit jiwa" yang berujung pada justifikasi diri sendiri...sementara dia-nya sendiri asyik-asyik saja dengan ke-gilaannya...hebat euy..&lt;br /&gt;Dalam istilah medik, orang-orang seperti ini diklasifikasikan ke dalam golongan "Narcissistic Personality Disorder"...keren kan?? Orang-orang yang tergolong dalam mahzab ini akan menggunakan segala cara termasuk memanfaatkan atau menjatuhkan teman sendiri untuk memenuhi keinginannya, terutama untuk memuaskan rasa kagum pada diri sendiri... Naudzubillahi Min Dzalik!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I couldn't even imagine if i am surrounded by this kind of people, unfortunately, honestly, undoubtedly, recently...I do...wakkksssss!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3200077918408394915-4392851063188637120?l=diary-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-mu.blogspot.com/feeds/4392851063188637120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/08/narcisism-percaya-diri-over-dosis.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/4392851063188637120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/4392851063188637120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/08/narcisism-percaya-diri-over-dosis.html' title='Narcisism- Percaya Diri Over Dosis'/><author><name>Faris Vio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09076527623560608633</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_SE5GrFjJ4xo/SVaRgXkWZXI/AAAAAAAAAC4/kNixy0xRBmg/S220/catQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PW_MLh6gA3I/TlnZxgatZ8I/AAAAAAAABTA/gIrp3LAdcqM/s72-c/narcis.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3200077918408394915.post-3166967302397221928</id><published>2011-08-26T01:13:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T19:02:44.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diary'/><title type='text'>diary ku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7z3Yn9Yq5sw/TldX9TAZolI/AAAAAAAABSo/JkG-VcS4zvA/s1600/muslimah.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645077368517796434" src="http://4.bp.blogspot.com/-7z3Yn9Yq5sw/TldX9TAZolI/AAAAAAAABSo/JkG-VcS4zvA/s320/muslimah.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 212px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Aku  tahu ketika aku menuliskan ini, engkau tengah menikmati hari bahagiamu.  Dan aku juga tahu salah satu orang yang tak pernah engkau harapkan  datang hadir di hari bahagiamu itu adalah aku,”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Terima  kasih engkau”, terima kasih telah lupa dengan diriku, pura-pura  melupakanku bahwa di semesta pikiranmu pernah ada aku, sekarang aku cuma  bisa berkata kepadamu” semoga engkau bahagia dengan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Aku yang terlupankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;engkau, lama tak ada tulisan tentangmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tak seperti dulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;dulu, hampir setiap waktu, selalu ada kata untukmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Apa kabarmu sekarang?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ah  basi ya? Biarlah, aku hanya ingin mengulang kembali kebiasaan lamaku,  sekedar megalirkan metafor basa-basi menyapamu, seperti orang ketemu,  bertanya kabar meskipun tak mau tahu dengan kabar yang ditanyakan  itu,…ah basa-basi bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tapi, kali ini agak lain basa-basiku tidak hanya itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Coba dengarkanlah aku.&lt;span id="more-68"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tuhan, apakah sinyalmu tidak cukup kuat menerima SMS yang telah aku kirimkan Kepadamu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ataukah, mungkin jaringanmu sedang sibuk megurus pesan-pesan lain yang lebih penting dari pesanku itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tuhan apakah karena hanya aku memakai kartu perdana murahan, dan handphone monophonik sehinggga SMSku tak sampai Kepadamu?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ataukah nomor pusat servis pesanku keliru sehingga salah sambung pesanku entah kemana?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tuhan, katanya servisMu 24 jam online tanpa henti, tapi mengapa SMSku tak juga Engkau Balas?.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Padahal  aku juga sudah kirimkan SMSku di saat diskon specialmu, yakni di  sepertiga malam-Mu karena aku yakin tak banyak orang yang menghubungi  atau berkirim pesan kepada-Mu. Tapi mengapa sampai detik ini menunggu  tak juga Engkau balas SMSku, padahal aku menunggu Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tuhan,apakah aku salah kirim ke nomor yang lain?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tapi kurasa benar,sebab di ktab keabadian warisan nabi-Mu sudah kubaca benar itu nomor-Mu,Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tapi mengapa engkau tak segera membalas SMSku Tuhan,padahal aku menunggu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kalau  aku harus menelepon,sayang aku tak punya cukup pulsa untuk itu. Dan  seandainyapun ada aku kuatir Engkau tak mau terima teleponku, karena  Engkau tahu aku banyak salah dan kilaf kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Sekali-kali  SMS aku dong Tuhan. Aku akan sangat senang jika ada pesan khusus  dari-MU. Aku akan melonjak-lonjak girang dan tanpa lama ku balas ‘  Terima kasih Tuhan’ kontan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Namun mengapa Tuhan tak kunjung kau balas pesanku?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt; padding-left: 30px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Padahal  aku cuma ingin tahu Tuhan,apakah benar kabar yang akau dengar itu,  apakah benar ini hari kebahagianya (untuk seseorang di jauh sana), namun  mengapa tak ada pemberitahuan dan undangan darinya.dan apakah benar  orang yang tak pernah di harapakan datang adalah ‘Aku”. Kalau memang iya  Tuhan tolong sampaikan kataku ”Semoga dia bahagia”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ya sekedar basa-basi tapi punya arti bagiku&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Karena memang Tuhan tak butuh dengan kata-kataku itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Namun engkau waktu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Adakah &lt;em&gt;Deja vu&lt;/em&gt; itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Engkau jangan terus maju waktu,kembalikan aku ke masa lalu, yang indah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Aku  masih punya mimpi, aku masih punya cinta yang sanggup mengetarkan  seluruh urat syarafku, memeras gelora air mataku. Kenangan itu….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ya  sebuah kenangan yang kelak akan aku buka kembali pada episode masa  depanku, yang jauh itu, bersama kata yang tak pernah sanggup menggenggam  bahasa jiwaku, tentang aku dan kamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Dan sekarang…, ya sekarang aku hidup di ini waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Menggores pena bersama berjalannya sang waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Dan dirimu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kalau aku punya hari yang indah teryata dirimu punya yang lebih dariku..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;tapi kenapa dirimu tak beritahu aku..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Hhhmmm….aku  tahu, dirimu sengaja tak mengabariku karena engkau kuatir aku iri  denganmu, iri dengan hari bahagiamu, iri dengan hari indahmu he..he..  tapi sory ya, engkau keliru kalau berpikir begitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ya  daripada salah dan membuat muka merah,..ah…yang pasti engkau sengaja  melupakanku,supaya ada tulisan ini untukmu. Terima kasih engkau, telah  membangunkan imajinasiku. Tapi maaf ini bukan surat cinta yang sering  orang tuliskan itu. Dan aku yakin engkau juga punya kata itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Malam !….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;aku ingin bertanya kepadamu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;jangan hanya kelam dan hitam kepadaku, diam membisu dalam keheninganmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Adakah cinta itu abadi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Adakah persahabatan itu sejati?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Adakah sebuah hukum alam yang mampu mengubah cinta menjadi benci?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan itulah yang selalu tidak aku mengerti malam!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Ok lah!…kalau engkau juga tak tahu,aku juga tak akan memaksamu untuk menjawab itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Aku  cuma ingin engkau setia menemaniku, membiarkan aku termenung dengan  khayalan kehiduypanku.di bawah kerlip bintang-bintang di langit  sayapmu.dan jangan pergi meninggalkank, hingga datang mentari kan  menjagaiku…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;oh  malam….kenapa tiba-tiba aku bisa melihat diriku…. sedang apakah aku  diriku… kenapa ada pelaminan di situ… ya Tuhan benarkah yang aku lihat  itu?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;mimpikah aku?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;sadarkah diriku?….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;sungguhkah dengan yang aku saksikan itu?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;akukah yang palsu atau dia yang semu?….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;tapi  mengapa dengan denagn kepura-puraanmu tak melihat diriku dan menyambut  kedatanganku dengan senyummu yang indah itu,”karenakah orang itu, yang  sekarang duduk mesra disampingmu itu?”…….,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;lihatlah malam,….. aku disini,saksikan aku,karena hanya engkau yang tahu dan peduli denganku, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;“&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Air  mata ini adalah air mata kebahagianku, bahagia karena melihat dirimu  bahagia, bahagia karena sekarang engkau telah menemukan separuh yang  hilang dari dirimu,yang terbaik dalam kehidupanmu”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Katakan padanya malam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;”Aku  juga turut berbahagia,dan cuma bisa berkata,semoga engkau juga bahagia,  baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a baina kuma fi khair”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Padahal  malam,kata-kata itu aku ingin ucapkan sendiri di depannya sambil  menjabat tangan orang yang ada di dekatnya.karena aku tak mampu  malam,tolong bilangkan itu padanya….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;bahagia?….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;apakah arti bahagia itu?….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;adakah bahagia itu adalah air mata?….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;ataukah mungkin pepatah ini arti bahagia?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kebahagian  adalah menemukan seseorang untuk kau peluk saat kau menangis,berbagi  perih bersamanya, dan kesedihan adalahsaat kau tertawa sendirian”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tapi aku perih malam……&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;perih kesediahan….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;perih karena dalam kenyataannya tidak bisa melihat dia bahagia…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;perih karena aku tak pernah ia harap untuk hadir ikut merasakan dia bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kenapa dia begitu?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;adakah itu di sengaja?..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;tapi dia baik…. tak pantas ku menyalahkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tapi siapakah?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;takdirkah?…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;ngak… takdir gak salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Namun….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Hidup yang tak pernah dipertanyakan adalah hidup yang tak pernah layak diteruskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Itulah guruku Socrates yang pernah bilang….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;dan me…..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Love or just hate mebut pare me with your indefference,cintai aku atau sekalian benci aku, asal jangan kau acuhkan diriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Toh…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tak semua yang dapat di hitung, diperhitungkan, dan tak semua yang dapat diperhitungkan dapat di hitung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;ah… apa lagi ini…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Namun begitulah cerita hidup dan cintaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3200077918408394915-3166967302397221928?l=diary-mu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diary-mu.blogspot.com/feeds/3166967302397221928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/08/diary-ku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/3166967302397221928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3200077918408394915/posts/default/3166967302397221928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diary-mu.blogspot.com/2011/08/diary-ku.html' title='diary ku'/><author><name>Faris Vio</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09076527623560608633</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_SE5GrFjJ4xo/SVaRgXkWZXI/AAAAAAAAAC4/kNixy0xRBmg/S220/catQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7z3Yn9Yq5sw/TldX9TAZolI/AAAAAAAABSo/JkG-VcS4zvA/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
